Sesungguhnya iman merupakan sebaik-baik apa yang dimiliki oleh seorang hamba. Dengan iman diraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Dengan iman diperoleh surga pada hari kiamat yang luasnya seluas langit dan bumi. Dengan iman diraih keselamatan dari siksa api neraka. Oleh karena itu, termasuk perkara yang wajib diperhatikan oleh seorang hamba adalah imannya.
Generasi terbaik umat Nabi Muhammad ﷺ, yaitu para Sahabat memberikan perhatian yang besar terhadap iman mereka. Hal ini ditunjukkan oleh riwayat-riwayat yang menyebutkan bahwa mereka memeriksa iman mereka dan melakukan usaha untuk memperkuat iman mereka. Diantara riwayat tersebut adalah:
Diriwayatkan oleh Ibnu Abī Syaibah di dalam al-Muhsonnaf dari Umar bin al-Khoththōb bahwa ia berkata kepada para sahabatnya:
تَعَالَوْا نَزْدَدْ إِيمَانًا
“Kemarilah, kita tambah iman kita!”[1]
Diriwayatkan oleh al-Baihaqiy di dalam Syu’abil Īmān bahwa Abdullah bin Mas’ūd berkata:
اِجْلِسُوا بِنَا نَزْدَدْ إِيْمَانًا
“Duduklah bersama kami, kita tambah iman kita.”[2]
Diriwatatkan oleh Ibnu Baththah di dalam al-Ibānah bahwa Abud Dardā’ berkata:
مِنْ فِقْهِ الْعَبْدِ أَنْ يَعْلَمَ أَمُزْدَادٌ هُوَ أَمْ مُنْتَقِصٌ، وَمِنْ فِقْهِ الْعَبْدِ أَنْ يَعْلَمَ نَزَغَاتِ الشَّيْطَانِ أَنَّى تَأْتِيهِ
“Diantara tanda kefaqihan seorang hamba adalah ia tahu apakah imannya bertambah atau berkurang. Dan di antara tanda kefaqihan seorang hamba adalah ia tahu dari mana godaan-godaan setan mendatanginya.”[3]
Salah satu prinsip ahlussunnah wal jamaah berkaitan dengan iman adalah iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan keta-atan dan berkurang dengan kemaksiatan. Imam Ahmad pernah ditanya mengenai iman, apakah bertambah dan berkurang, beliau menjawab:
يَزِيدُ حَتَّى يَبْلُغَ أَعْلَى السَّمَوَاتِ السَّبْعِ، وَيَنْقُصُ حَتَّى يَصِيْرَ إِلَى أَسْفَلِ السَّافِلِينَ
“Iman (bisa) bertambah hingga mencapai tempat paling tinggi dari langit yang tujuh. Dan iman (bisa) berkurang hingga sampai pada tempat yang serendah-rendahnya.”[4]
Ketika kita mengetahui bahwa iman bisa bertambah dan berkurang, maka penting bagi kita untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan iman kita bertambah dan faktor apa saja yang menyebabkan iman kita berkurang sehingga kita bisa menjaga iman kita yang dengannya kita akan meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Berkaitan dengan faktor penyebab bertambahnya iman, faktor secara global adalah melakukan ketaatan kepada Allah. Adapun secara rinci, faktor yang menyebabkan iman bertambah diantaranya:
1. Mengenal nama-nama Allah yang ḥusna, memahaminya serta beribadah kepada Allah dengannya
Mengenal nama-nama Allah yang ḥusna, memahaminya dan beribadah kepada Allah dengan nama-nama tersebut merupakan faktor yang besar dalam menambah iman. Berkaitan dengan beribadah kepada Allah dengan nama-namaNya yang ḥusna, diantara bentuknya adalah berdoa kepada Allah dengan menyebut namaNya yang ḥusna. Misalnya, ketika kita hendak meminta rezeki kepada Allah, maka kita menyebut nama Allah “الرَّزَّاقُ” dan ketika kita hendak meminta ampunan kepada Allah, maka kita menyebut nama Allah “الغَفُورُ” dan “الغَفَّارُ”. Begitu pula, termasuk beribadah kepada Allah dengan nama-namaNya yang ḥusna adalah mengamalkan konsekuensi dari nama-nama tersebut. Misalnya, ketika kita mengetahui bahwa Allah memiliki nama “الرَّحِيمُ”, “الرَّحْمنُ” dan “البَرُّ” yang nama-nama ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat rahmah dan luas kebaikannya, maka kita jadikan rasa harap kita kuat kepada Allah dan kita sandarkan diri kita kepada Allah dalam kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.
Di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, (yaitu) seratus kurang satu, barangsiapa yang menghafalnya maka ia masuk surga.[5]
Abdurrahman bin Nāshir as-Sa’diy berkata setelah menyebutkan hadits di atas: “Yakni barangsiapa yang menghafal nama-nama Allah tersebut, memahaminya, meyakininya dan beribadah kepada Allah dengan nama-nama itu, niscaya ia akan masuk surga. Dan surga tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang beriman. Maka, diketahui –dari sini- bahwa mata air yang paling agung dan unsur yang paling besar bagi terwujudnya iman, kuat nya iman, serta teguhnya iman adalah mengenal nama-nama Allah yang ḥusna.”[6]
2. Mentadabburi al-Qur’an
Orang yang mentadabburi al-Quran akan mendapatkan manfaat dari ilmu yang terkandung di dalam al-Qur’an yang dengannya imannya akan bertambah. Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambahlah iman mereka dan hanya kepada Rabb mereka; mereka bertawakkal.” (al-Anfal: 2)
Contoh nyata bagaimana pengaruh mentadabburi al-Quran terhadap iman seseorang adalah apa yang terjadi pada Sahabat Jubair bin Muth’im. Disebutkan dalam shahih Bukhari bahwa dahulu ketika ia masih musyrik, ia mendengar Rasulullah membaca surat ath-Thur di shalat Maghrib. Tatkala bacaan beliau sampai pada ayat ke-35 hingga ayat ke-37 ia merasa seakan-akan jantungnya mau terbang dan ia menyebutkan bahwa saat itulah pertama kali iman bersemayam di dalam hatinya.[7]
3. Mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
Mengenal Nabi Muhammad ﷺ, mengenal akhlak beliau yang luhur, serta mengenal sifat beliau yang sempurna termasuk faktor peyebab bertambahnya iman. Allah berfirman:
أَمۡ لَمۡ يَعۡرِفُواْ رَسُولَهُمۡ فَهُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ
“Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya.” (al-Mu’minun: 69)
Abdurrahman bin Nāshir as-Sa’diy berkata setelah menyebutkan ayat tersebut: “Yakni mengenal beliau itu mendorong orang yang tidak beriman –kepada beliau- untuk beriman, dan mendorong orang yang telah beriman kepada beliau untuk bertambah imannya.”[8]
Mengenal beliau ﷺ bisa kita capai dengan mempelajari siroh beliau baik dari buku yang ditulis oleh para ulama, maupun dari ceramah yang menjelaskan tentang perjalanan hidup nabi kita yang mulia Muhammad ﷺ.
Inilah di antara faktor penyebab bertambahnya iman yang bisa diuraikan dalam tulisan ini. Semoga Allah memberi taufik kepada kita, menambah iman kita, menjaganya dan menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang shalih.
Disusun oleh:
Affan Luthfi Aldy
[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Abī Syaibah di dalam al-Mushonnaf (11/26).
[2] Diriwayatkan oleh al-Baihaqiy di dalam Syu’abil Īmān (1/70).
[3] Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah di dalam al-Ibānah (2/849).
[4] Diriwayatkan oleh Ibnu Abī Ya’lā di dalam ath-Thabaqāt (1/259).
[5] Diriwayatkan oleh al-Bukhari (6047) dan Muslim (2677).
[6] Lihat Kitab at-Tawdhiḥ wal Bayān li Syajaroti al-Imān, Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy, Dār al-Furqān, 1437 H., hal. 27.
[7] Lihat Shahih al-Bukhari (4854) dan (4023).
[8] Lihat Kitab at-Tawdhiḥ wal Bayān li Syajaroti al-Imān, Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy, Dār al-Furqān, 1437 H., hal. 30.
Sahabat Umar Mengenal Alloh, Agama Islam, dan Rosulnya